Baiklah, ini dia cerita pendek dengan gaya *dracin* yang kamu inginkan: **Aku Mengingatnya Lewat Luka, Ia Mengingatku Lewat Dosa** Gerimis membasahi atap paviliun, iramanya seirama dengan alunan *guqin* yang mengalun pilu. Jemariku, dulunya lentik memainkan melodi cinta, kini hanya mampu memetik nada-nada penyesalan. Di hadapanku, danau buatan istana tampak kelabu, persis seperti hatiku. Dulu, aku adalah selir kesayangan Kaisar, Lan Yin. Kecantikanku dipuja, kebijaksanaanku disegani. Tapi semua itu sirna ketika ia, Wei Zhang, sahabatku sekaligus penasihat terdekat Kaisar, menuduhku berkhianat. Tuduhan yang keji, tuduhan yang dibuat-buat demi ambisinya sendiri. Aku **DIAM**. Bukan karena aku lemah, tapi karena rahasia itu terlalu besar untuk diungkap. Rahasia yang akan mengguncang kekaisaran, rahasia tentang asal usulnya yang sebenarnya. Wei Zhang bukanlah keturunan Kaisar. Ia anak haram dari selir rendahan yang berhasil mencuri identitas. Mengungkapnya sama saja dengan menjatuhkan kekaisaran ke jurang kehancuran. Aku memilih menerima hukuman pengasingan, hidup dalam kesepian di paviliun terpencil ini. Luka yang ia torehkan di hatiku, aku jadikan pengingat. Pengingat akan pengorbanan, akan cinta yang dibutakan oleh ambisi. Bertahun-tahun berlalu. Kudengar Wei Zhang kini menjadi perdana menteri yang berkuasa, Kaisar hanyalah boneka di tangannya. Namun, ada sesuatu yang ganjil. Kebijakannya semakin aneh, tindakannya semakin kejam. Rakyat mulai berbisik tentang kutukan. Semakin aku merenung, semakin jelas teka-teki itu. Kutukan itu bukan dari langit, tapi dari masa lalu. Dahulu, sebelum Wei Zhang merebut posisinya, Kaisar yang sebenarnya, yang lemah dan sakit-sakitan, menitipkan sebuah jimat padaku. Jimat yang berisi mantra kuno, mantra yang akan menghancurkan siapa pun yang menduduki tahta secara tidak sah. Aku selalu menyimpannya, tersembunyi di balik jepit rambut phoenix kesayanganku. Wei Zhang tidak tahu tentang ini. Ia hanya tahu tentang kekuasaan, bukan tentang konsekuensi. Kutukan itu bekerja perlahan, seperti racun yang merusak dari dalam. Wei Zhang menjadi paranoid, gila hormat, dan akhirnya, **HANCUR**. Ia dijatuhi hukuman mati atas pengkhianatan yang sebenarnya, pengkhianatan yang ia lakukan terhadap seluruh kekaisaran. Aku tidak bersukacita. Aku hanya merasa lega. Beban rahasia ini akhirnya terlepas. Takdir telah berbalik arah, membalaskan dendamku tanpa aku harus mengotori tanganku. Saat kudengar berita kematiannya, aku hanya memetik senar *guqin* sekali lagi. Nada terakhir itu melayang di udara, membawa serta semua penyesalan dan pengorbanan. Wei Zhang mungkin mengingatku lewat dosa yang ia lakukan. Aku mengingatnya lewat luka yang membekas di hati, luka yang akan terus menganga... *sampai akhir hayatku*.
You Might Also Like: Alasan Skincare Lokal Dengan Kandungan_25
0 Comments: