Oke, ini dia cerita pendek bergaya dracin yang kamu inginkan: **Aku Menatap Langit yang Runtuh, dan Hanya Namamu Tersisa** Malam itu, guqin berbisik sendu di paviliun bambu. Di tanganku, cangkir teh dingin. Di hatiku, jurang tak bertepi. Langit di atas sana terasa *runtuh*, dan di tengah reruntuhan itu, hanya namamu yang membekas: **Lin Wei.** Dulu, nama itu adalah melodi yang menghangatkan jiwa. Sekarang, ia adalah sayatan pisau yang mengoyak memori. Lima tahun lalu, kita berjanji di bawah pohon persik yang sama. Kau berjanji setia, berjanji cinta abadi. Aku, dengan bodohnya, percaya. Aku, dengan tololnya, memberikan segalanya. Jabatanku sebagai pewaris tunggal keluarga Shen, rahasia bisnis keluarga yang sangat *berbahaya*, bahkan hatiku yang paling dalam. Kemudian, semuanya hancur. Kau, Lin Wei, menikah dengan Putri Mei, putri Kaisar. Demi kekuasaan, kau mengkhianatiku. Semua orang menyangka aku hancur. Mereka menyangka aku akan meratap, memohon, atau bahkan mencoba membalas dendam. Tapi aku tidak melakukan apa pun. Aku hanya diam. Bukan karena aku lemah. Bukan karena aku tak berdaya. Aku punya alasan yang jauh lebih besar untuk bungkam. Rahasia yang jauh lebih besar untuk disimpan. Rahasia tentang siapa aku *sebenarnya*. Aku bukan hanya Shen Qing, pewaris keluarga Shen. Aku juga… adalah *putri* dari Kaisar yang digulingkan! Keluarga Shen melindungiku sejak kecil, menyembunyikan identitasku dari kejaran para pembunuh. Jika identitasku terungkap, maka kehancuran akan menimpa keluarga Shen, dan mimpi Kaisar baru akan menjadi kenyataan. Kau tidak tahu, Lin Wei. Kau tidak akan pernah tahu betapa dekatnya kau dengan *kekuatan yang sebenarnya*. Betapa bodohnya kau menukar cinta sejati dengan kekuasaan *palsu*. Beberapa tahun berlalu. Kau menjadi semakin berkuasa. Putri Mei memberimu seorang putra, pewaris takhta. Kau hidup dalam kemewahan dan kehormatan. Sementara aku, tetap di paviliun bambu, merawat kebun persik, dan mendengarkan guqin. Tapi, di balik ketenangan ini, aku *mengamati*. Aku *merencanakan*. Aku tahu, suatu hari, takdir akan berbalik. Dan itu terjadi. Desas-desus mulai beredar. Putra mahkota, yang digadang-gadang akan menjadi kaisar masa depan, ternyata… sakit parah. Sebuah penyakit aneh yang tidak bisa disembuhkan. Para tabib istana angkat tangan. Kabar buruk itu sampai padaku. Aku tersenyum pahit. Tahukah kau, Lin Wei, sebelum kau menikah dengan Putri Mei, aku sempat menanamkan *benih* di dalam tehmu? Sebuah ramuan yang sangat langka, yang hanya akan aktif jika kau memiliki keturunan laki-laki. Ramuan itu tidak akan membunuh, hanya… melemahkan. Membuatnya rentan terhadap penyakit. Bukan aku yang membunuh putramu. Tapi akulah yang meletakkan fondasinya. Putra mahkota meninggal. Istana dilanda kekacauan. Putri Mei meratap histeris. Kaisar murka. Kau, Lin Wei, kehilangan segalanya. Kudengar, kau sering datang ke paviliun bambu, mencari penjelasan. Mencari pengampunan. Tapi aku selalu menolak bertemu. Aku hanya ingin kau merasakannya, Lin Wei. Merasakan sakitnya kehilangan, pengkhianatan, dan penyesalan. Aku ingin kau merasakan langit yang runtuh. Aku tahu, sebentar lagi, posisi *kekaisaran* akan menjadi perebutan. Orang-orang dengan *ambisi* sepertimu akan mulai bergerak. Dan ketika itulah, *kartu truf*ku akan dimainkan. Aku menatap bulan sabit di langit. Guqin melantunkan melodi terakhirnya. Takdir, ternyata, memang punya cara sendiri untuk membalas. Tak perlu darah, tak perlu kekerasan. Hanya sebuah kebenaran yang terungkap, sebuah janji yang dilanggar, dan sebuah *takdir* yang tak terhindarkan. Dan ketika semua debu ini mengendap, hanya akan ada aku… dan kekaisaran yang seharusnya menjadi milikku sejak lama. Di tengah malam yang sunyi ini, aku menghela napas… dan bertanya pada diri sendiri, apakah ini semua pantas?
You Might Also Like: Clarity Capital Partners On Linkedin
0 Comments: