**Ia Menyebut Namaku Saat Streaming Lagu Sedih** Ling Wei, _gadis streamer_ dengan suara serak yang menghipnotis, selalu merasa ada sesuatu yang hilang. Setiap kali ia menyanyikan lagu-lagu ballad Mandarin tentang cinta dan kehilangan, hatinya berdenyut aneh, seolah ada kenangan yang terkubur dalam sumur yang dalam. Ia merasa familiar dengan melodi-melodi itu, bukan sebagai lagu populer, tapi sebagai _bagian dari dirinya_. Suatu malam, saat ia streaming lagu klasik berjudul "Bunga Teratai di Danau Musim Gugur", komentar tiba-tiba muncul: "Xiao Lian, kau kah itu?" Ling Wei tertegun. Xiao Lian...nama itu terasa asing sekaligus **MENGGETARKAN**. Ia tidak ingat siapa Xiao Lian, tapi namanya menggelitik ingatan samar tentang taman yang luas, kain sutra berwarna nila, dan _aroma tinta yang khas_. Komentar itu berasal dari akun bernama 'BaiyuZhi'. Setiap malam BaiyuZhi hadir dalam streaming-nya, meninggalkan komentar-komentar misterius. "Jangan percaya padanya, Xiao Lian," tulisnya suatu malam. "Ia berjanji pada teratai putih, tapi hatinya menghitam." Ling Wei mulai bermimpi. Mimpi-mimpi tentang dirinya di kehidupan lampau, sebagai seorang pelukis istana bernama Xiao Lian. Ia jatuh cinta pada Pangeran Yu, pria yang berjanji akan membawanya keluar dari istana dan hidup bahagia selamanya. Namun, Pangeran Yu menikahi putri dari jenderal yang berkuasa, dan Xiao Lian ditemukan tewas tenggelam di danau teratai, sebuah **PENGKHIANATAN** yang membekas dalam jiwanya. Misteri mulai terkuak. BaiyuZhi, ternyata, adalah reinkarnasi dari sahabat karib Xiao Lian, seorang tabib istana yang setia. Dialah yang melihat Pangeran Yu mendorong Xiao Lian ke dalam danau. Dendam sahabat itu membara selama ratusan tahun, menunggu momen untuk mengungkap kebenaran. Pangeran Yu...di kehidupan ini, ia adalah pemilik agensi hiburan tempat Ling Wei bekerja. Namanya Yu Long, pria tampan dan berkuasa yang terobsesi dengan Ling Wei, dengan cara yang terasa _aneh dan mengganggu_. Ia selalu memanggilnya "Bunga Teratai" dan memberikan tatapan intens yang membuat bulu kuduknya merinding. Saat Yu Long menawarkan kontrak eksklusif yang menjanjikan ketenaran dan kekayaan, Ling Wei tersenyum tipis. Inilah balas dendamnya. Ia akan menggunakan platformnya, pengaruhnya, dan _suara yang menggetarkan jiwa_ itu untuk mencapai puncak popularitas, dan kemudian...meninggalkannya. Menghancurkan egonya seperti ia menghancurkan hidup Xiao Lian. Dengan tatapan dingin, Ling Wei menerima kontrak itu. "Aku akan menjadi bintang terbesar yang pernah kau lihat," katanya dengan suara yang dipenuhi dengan janji yang _penuh bahaya_. Kemudian, saat lagu "Bunga Teratai di Danau Musim Gugur" mengalun lagi, Ling Wei menatap kamera dan berkata, "Dulu, aku tenggelam dalam danau teratai. Sekarang, giliranmu yang akan menanggung akibatnya." Di kejauhan, BaiyuZhi tersenyum. Kisah ini belum selesai, dan air mata bunga teratai masih akan membasahi tanah selama seribu tahun.
You Might Also Like: 0895403292432 Produk Skincare No
0 Comments: